Actions
  • shareshare
  • link
  • cite
  • add
add
Other research product . 2016

Peran Kader Perempuan Dalam Organisasi

Lestari, Yudieth Sry;
Open Access
Indonesian
Published: 31 Aug 2016
Country: Indonesia
Abstract
Penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang bagaimana peran perempuan dalam organisasi Badko HMI Sumut. Dalam organisasi HMI terdapat sebuah lembaga semi otonom yang menempatkan kader- kader perempuannya pada posisi khusus. Lembaga semi otonom tersebut dinamakan Kohati. Kohati dibentuk sebagai wadah untuk memfasilitasi kader-kader perempuan yang ada di HMI agar kontribusinya terhadap HMI lebih besar. Selain itu Kohati dibentuk agar kader perempuan di dalam organisasi tidak merasa terpinggirkan keberadaaannya oleh kader laki-laki yang jumlahnya lebih banyak dari kader perempuan tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan tujuan untuk memberi gambaran mengenai situasi yang terjadi dengan menggunakan analisa kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data yang diperoleh langsung dari sumbernya melalui hasil wawancara peneliti dengan narasumber dengan menggunakan data primer dan dibantu dengan data sekunder. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peran, teori kader, teori gender dan teori organisasi. Teori peran digunakan untuk memposisikan seseorang sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal maupun informal. Teori kader digunakan untuk memahami sepenuhnya dasar dan ideologi perjuangan organisasi agar mampu melaksanakan perjuangan secara konsekuen di setiap waktu, situasi dan tempat. Teori gender digunakan untuk mengidentifikasikan perbedaan laki-laki dan perempuan dlihat dari segi kondisi sosial dan budaya, nilai dan perilaku, mentalitas dan emosi serta faktor-faktor nonbiologis lainnya. Teori organisasi dapat digunakan sebagai sebuah sistem politik karena organisasi terdiri dari pendukung internal yang mencoba memperoleh kontrol dalam proses pengambilan keputusan agar dapat memperbaiki posisi mereka. Hasil dari penelitian ini adalah adanya pemberdayaan yang dilakukan oleh Kohati dalam upaya peningkatan kualitas hidup perempuan, terutama kualitas kadernya. Pemberdayaan yang dilakukan adalah melalui penyediaan akses pengajian, seminar tentang perempuan, pelatihan perkaderan serta pelatihan tentang kepemimpinan. Kohati juga mengkaji permasalahan gender yang ada di tengah masyarakat. Selain itu untuk meningkatkan kualitas peran perempuan Kohati berperan dalam peningkatan ekonomi dan politik perempuan. Kesetaraan gender dalam organisasi Badko HMI Sumut telah terwujud dalam pembagian peran dan jabatan secara struktural. Namun kesetaraan gender yang terjadi hanya bagian luarnya saja. Perempuan hanya menduduki posisi seperti bendahara dan sekretaris. Selain itu peran perempuan dalam pengambilan keputusan dinilai masih lemah dikarenakan jumlah perempuan dalam organisasi ini masih sedikit. 090906078
Subjects

Kader, Perempuan, Gender, Badko, HMI

Related Organizations
moresidebar