Actions
  • shareshare
  • link
  • cite
  • add
add
auto_awesome_motion View all 2 versions
Publication . Article . 2021

Inovasi Produk Bersama IRT pada Usaha Anyaman di Desa Gundik, Slahung, Ponorogo

Sedinadia Putri;
Published: 31 Dec 2021 Journal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung, volume 8, issue 2, pages 75-85 (issn: 2407-5027, eissn: 2622-6448, Copyright policy )
Publisher: Universitas Bangka Belitung
Abstract

AbstractWoven crafts basically have good potential. Because it has a high aesthetic value and appeal to consumers. However, the products produced in this business are still lacking in innovation, namely only woven bags. So that productivity in this business is still not going well. In addition, around the business, there are still many housewives (IRT) who do not have activities during the day. The purpose of this community service is to develop woven handicraft products and provide assistance for IRT around the business through delivery box product innovation. This is done as an effort to empower the creative economy, especially in the weaving business and also to empower domestic workers to be more productive and able to take advantage of their free time. This service uses the ABCD (Asset Based Community Development) approach, namely by using Gundik village assets in the form of a creative business (woven crafts) belonging to Mrs. Ayu Wulandari then product innovations such as delivery boxes are carried out. The results of community service with economic empowerment and assistance in the context of innovating woven handicraft products for both business and IRT during mentoring and after mentoring provide positive changes.Keywords: ABCD, Economic Empowerment, Product InnovationINTISARIKerajinan anyaman pada dasarnya memiliki potensi yang baik. Karena memiliki nilai estetika dan daya tarik kepada konsumen yang tinggi. Namun, produk yang dihasilkan pada usaha ini masih kurang berinovasi yaitu hanya tas anyaman saja. Sehingga produktivitas pada usaha ini masih kurang berjalan dengan baik. Selain itu disekitar usaha terlihat masih banyak Ibu-ibu Rumah Tangga (IRT) yang tidak memiliki kegiatan di siang hari. Adapun tujuan dalam pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan produk kerajinan anyaman dan memberikan pendampingan bagi IRT sekitar usaha melalui inovasi produk box hantaran. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi kreatif, terutama pada usaha anyaman dan juga pemberdayaan IRT agar lebih produktif dan mampu memanfaatkan waktu luang yang ada. Pengabdian ini menggunakan metode pendekatan ABCD (Asset Based Community Development), yaitu dengan menggunakan aset desa Gundik berupa usaha kreatif (kerajinan anyaman) milik Ibu Ayu Wulandari kemudian dilakukan inovasi produk seperti box hantaran. Hasil dari pengabdian masyarakat dengan pemberdayaan dan pendampingan ekonomi dalam rangka inovasi produk kerajinan anyaman baik untuk usaha maupun IRT selama pendampingan maupun setelah pendampingan memberikan perubahan yang positif.Kata Kunci: ABCD, Inovasi Produk, Pemberdayaan Ekonomi

Download from
question_mark
moresidebar