research product . 2017

Sejarah Pembangunan Monumen Salib Kasih sebagai Objek Wisata Religi di Kabupaten Tapanuli Utara

Manalu, Donal; Melay, Drs. Ridwan Melay, M.Hum; ', Drs. Tugiman, M.S;
Open Access Indonesian
  • Published: 01 Feb 2017
  • Country: Indonesia
Abstract
This research examines about history of the Salib Kasih Monument as a religious tourism object. Salib Kasih as object religi is purpose of religious tourism that touching and involving society in order to bring many benefits to the surrounding communities. the purposes of this study are (1) to know the background of the Salib Kasih Monument as religious tourism object. (2) to know the thruster and obstacle factors of the Salib Kasih Monument development (3) to know the organizational structure of Salib Kasih as religious tourism object. (4) to know the government role in the construction and Salib Kasih tourism development. (5) to know social and economic impacts Salib Kasih Monument as religious tourism object. The benefits of this research are (1) Apply the knowledge of writer during college, broadening the writer of local history (2) to achive Bachelor from faculty of education, University of Riau (3) As a source reference for the reader, government and North Sumatra society, particularly the North Tapanuli on the history of the Salib Kasih Monument in order to complete this local history paper Salib Kasih (4) As a contribution to the scientific work Department of teacher Training and education library, especially for the history education Program studies library, University of Riau. In this Historical methods research. The results of this study is that the Salib Kasih was founded in 1993 by the regional government of North Tapanuli Regency. Salib Kasih Monument was founded to remember the memory of I.L Nommensen service, a missionary who came and spread of Christianity in North Tapanuli from Germany. Nommensen played an important role in advance of Batak community life, in terms of religion, health and education. Batak society gave the title Nommensen as the Batak apostle. While the process of the religious tourism object development of the Salib Kasih involve local goverment, local society and tourists. Through the salib kasih as religious tourism object have also socio-economic impact on the surrounding society.Key Words: History, Salib Kasih, Religion2SEJARAH PEMBANGUNAN MONUMEN SALIB KASIH SEBAGAI OBJEK WISATA RELIGI DI KABUPATEN TAPANULI UTARADonal Manalu*, Drs. Ridwan Melay, M.Hum**, Drs. Tugiman, M.S***Email: donalmanalu94@gmail.com, ridwanmelay@yahoo.com, Tugiman_unri@yahoo.comCp: 085359387821Program Studi Pendidikan SejarahJurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan SosialFakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Riau
Penelitian ini mengkaji tentang sejarah pembangunan Monumen Salib Kasih sebagai objek wisata religi. Objek wisata Salib Kasih merupakan objek wisata religi yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat, sehingga membawa berbagai manfaat terhadap masyarakat sekitarnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui latar belakang pembangunan Monumen Salib Kasih sebagai objek wisata religi (2) Untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat proses pembangunan Monumen Salib Kasih(3) Untuk mengetahui struktur organisasi objek wisata religi Salib Kasih (4) Untuk mengetahui peran pemerintah dalam pembangunan dan pengembangan objek wisata Salib Kasih. (5) untuk mengetahui dampak sosial dan ekonomi objek wisata Salib Kasih. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah (1) Mengaplikasikan ilmu pengetahuan penulis selama duduk dibangku perkuliahan, menambah wawasan penulis tentang sejarah lokal (2) Untuk meraih gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau (3) Sebagai sumber referensi bagi pembaca, pemerintah dan masyarakat Sumatera Utara, khususnya masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara tentang sejarah pembangunan Monumen Salib Kasih guna melengkapi tulisan sejarah lokal (4) Sebagai sumbangan karya ilmiah bagi perpustakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, khususnya bagi perpustakaan Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Riau. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian historis. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Monumen Salib Kasih didirikan pada tahun 1993 oleh pemerintah daerah Kabupaten Tapanuli Utara. Monumen Salib Kasih didirikan untuk mengenang jasa pelayanan I.L Nommensen, seorang missionaris yang datang dari Jerman dan menyebarkan agama Nasrani di Kabupaten Tapanuli Utara. Nommensen berperan besar dalam memajukan kehidupan masyarakat Batak, baik dalam bidang keagamaan, kesehatan dan pendidikan. Masyarakat Batak memberi gelar Nommensen sebagai Rasul Batak. Sedangkan proses pengembangan objek wisata religi Salib Kasih melibatkan pemerintah daerah, masyarakat sekitar dan wisatawan. Dengan adanya objek wisata Salib Kasih juga berdampak terhadap sosial ekonomi masyarakat sekitar.
Subjects
free text keywords: Indonesia, Religion, Salib Kasih, History
Related Organizations
Communities
  • Digital Humanities and Cultural Heritage
Download from
Open Access
Neliti
2017
Providers: Neliti
Any information missing or wrong?Report an Issue