Actions
  • shareshare
  • link
  • cite
  • add
add
Other research product . 2022

Usaha Perkebunan Gambir di Kepulauan Riau pada Abad Ke-19

arman, D. -. (dedi);
Open Access
Indonesian
Published: 01 Jan 2022
Publisher: Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan
Country: Indonesia
Abstract

Gambir merupakan salah satu komoditas ekspor terpenting dari Kepulauan Riau pada masa kolonial Belanda. Namun, dalam perkembangannya, gambir seakan menghilang dan hanya tersisa di Kabupaten Lingga dan Kabupaten Karimun. Penelitian ini menarik di tengah upaya pemerintah menggairahkan kembali jalur rempah di wilayah nusantara. Artikel ini bertujuan mengkaji usaha perkebunan gambir di Kepulauan Riau pada abad ke-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang dalam pengumpulan sumber menggunakan studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit gambir didatangkan dari Sumatra. Perkebunan gambir di Kepulauan Riau berbeda dengandaerah lainnya, baik kepemilikan maupun tata cara pengolahan. Gambir dipasarkan ke Singapura, Pulau Jawa, dan Siam. Keberadaan usaha perkebunan gambir membawa dampak sosial ekonomi. Gambir memberikan pemasukan bagi Kerajaan Riau Lingga dan pemerintah kolonial Belanda. Selain itu, ribuan pekerja gambir dari etnik Teochew (Tiociu) didatangkan dari Cina dan menjadi cikal-bakalkeberadaan orang Tionghoadi Kepulauan Riau. Pada akhir abad ke-19, usaha perkebunan gambir mengalami kemunduran. Penyebabnya, permintaan gambir di pasar Internasional menurun. Usaha gambir makin sulit karena makin menipisnya cadangan kayu untuk pengolahan dampak kerusakan hutan yang parah.

Subjects

Kepulauan Riau, Indonesia, history, usaha perkebunan, gambir

Related Organizations
Related to Research communities
Digital Humanities and Cultural Heritage
Download from
lock_open
Neliti
2022
Providers: Neliti
moresidebar